Jayakan Indonesia 2045

KAMMI Surati Lurah Se-Kota Bekasi Jaga Netralitas Jelang Pilkada

BEKASI - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bekasi menyurati para lurah se-Kota Bekasi. Isinya meminta agar para aparatur negara itu tetap menjaga netralitasnya dan tidak melanggar aturan Pilkada, seperti memiliki keberpihakan kepada kandidat tertentu

Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Kota Bekasi, Adis Munandar, mengungkapkan surat dikirimkan kepada 56 lurah dengan cara dikirim melalui anggota yang datang langsung ke kantor-kantor kelurahan.

Menurut Adis, surat tersebut berisi imbauan bahkan kepada para lurah agar tidak melakukan pelanggaran dan dapat menjaga ketertiban serta keamanan pada masa tenang dan hari pemilihan nanti.

“Kami minta para lurah untuk menghindari politik uang, suap, gratifikasi, apalagi ikut kampanye. Para lurah juga harus mengawasi para ketua RT/RW dan masyarakatnya agar tidak menerima uang dari timses,” terangnya.

Dalam surat tersebut, disinggung mengenai ancaman bahwa KAMMI siap melaporkan aparat bila saja lalai mengawal Pilkada.

“Jika kita melihat mereka tidak bersikap netral dan melakukan pelanggaran politik uang bahkan menjadikan perangkat keluarahan atau dana keluarahan sebagai alat kampanye paslon, kami akan laporkan,” katanya.

Adis menambahkan, hal ini tidak lain merupakan komitmen KAMMI mengawal demokrasi hingga tataran kelurahan.

Ia juga menginstruksikan anggotanya untuk melakukan siaga di masing-masing tempat tinggal mereka. Kegiatan ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat sebagai upaya mengantisipasi terjadinya ‘serangan fajar’ di wilayah masing-masing.

“Kami berjaga di wilayah masing-masing supaya tidak ada kegiatan money politic yang dilakukan tim paslon. Siaga sudah dilakukan sejak Sabtu malam sampai menjelang hari pencoblosan, Rabu 27 Juni 2018,” katanya. 

  • Thu, 23 Aug 2018
  • Egistra